Rabu, 03 Oktober 2018

Tiga Gedung di Jakarta akan Terintegrasi Stasiun MRT



mrt jakarta, mrt, stasiun mrt, kereta mrt
Progres pembangunan MRT Jakarta - @WartaKota
Beberapa gedung dipastikan akan terintegrasi dengan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Gedung-gedung itu adalah, Blok M Plaza; Gedung Indonesia One; dan Gedung UOB.

Agung Wicaksono, selaku Direktur Operasional PT MRT Jakarta mengungkapkan, tida gedung di Jakarta itu nantinya terintegrasi langsung dengan stasiun MRT sehingga memudahkan para karyawan kantoran yang menggunakan moda angkutan cepat terpadu itu.

Seperti gedung Blok M Plaza akan langsung tersambung dengan Stasiun MRT Blok M, Gedung UOB akan terintegrasi dengan tasiun MRT Dukuh Atas, dan Gedung Indonesia One yang terintegrasi dengan Stasiun MRT Bundaran HI.

Baca Juga : Gedung Perkantoran Tertinggi di Dunia Ini Daftarnya

“Saat ini proses integrasi ketiga gedung dengan stasiun MRT sedang berlangsung, sedang dalam proses pembangunan,” ucap Agung, Minggu (30/9/2018).

Agung mengatakan, dari awal pembangunan MRT, Blok M Plaza memang sudah minta untuk bisa terintegrasi langsung. Sedangkan untuk Gedung Indonesia One dan Gedung UOB, integrasi tersebut memang kewajiban pihak MRT dalam membangun jalur utama MRT.

Agung pun menambahkan, pembangunan jalur di tiga gedung tersebut menggunakan rancangan jalur atas (elevated), dan jalur terowongan (underground). Yang di gedung Blok M Plaza, nantinya integrasinya menggunakan elvated, sedangkan di Indonesia One dan gedung UOB, keduanya akan menggunakan underground.

Selain ketiga gedung itu, sedikitnya ada 50 gedung di Jakarta yang juga diharapkan bisa terintegrasi dengan stasiun MRT. Oleh karena itu, untuk mempercepat proses tersebut, sudah di tandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

"Integrasi sudah banyak yang ada MoU. Mereka masih wait and see tetapi terus kami push. Mereka mungkin akan melihat semua stasiun lebih dulu. Sudah ada knock down pannel. Nanti jika ada yang mau integrasi tinggal dibuka," kata Agung.

Knock down pannel sendiri adalah dinding yang siap dibongkar jika integrasi disepakati di tengah beroperasinya MRT. Secara teknis dan konstruksi, pembongkaran dinding ditengah operasional terbilang cukup aman.

Memang tidak ada kepastian ke 50 gedung akan terintegrasi dengan MRT. PT MRT saat ini masih melakukan kajian terhadap gedung-gedung tersebut. Kepastian integrasi tersebut baru diputuskan setelah melalui beberapa pertimbangan, salah satunya mengenai anggaran.

Karena, selain pembangunan infrastruktur awal harus disepakati terkait perawatan serta jaminan keamanan di area tertentu dalam jalur interkoneksi. Karena itu, untuk mengunci kesepakatan ini perlu diatur dalam peraturan gubernur (pergub).

"Memang kesiapan ini dari dua belah pihak. Arrangement-nya antara pemilik gedung dan pihak MRT, baik soal keamanan, kebersihan serta perawatan," terang Agung.

Agung memberikan contoh gedung Sampoerna Land yang rencananya terkoneksi dengan Stasiun MRT Bendungan Hilir. Pihak Sampoerna Land menyatakan bersedia menyiapkan pemeliharaan.




Baca Juga : Deretan Gedung Perkantoran Terbaik di Jakarta

"Namun fasenya belum ada kesepakatan. Kalau gedung UOB masih in progress untuk perjanjian pemeliharaannya. Sebagian area mereka, sebagian lagi area kita. Harus detail," tambah Agung.

Sementara itu, Direktur Kontruksi MRT, Silvia Halim memastikan MRT akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2019. Saat ini hampir semua rangkaian kereta MRT sudah tiba dari Jepang.

Empat set kereta terakhir direncakan akan tiba di Jakarta bulan November nanti. Sementara dari sisi infrastrukturnya, saat ini proses konstruksi keseluruhan sudah mencapai 96,53% dengan rincian bagian jalur layang sudah 95,36% dan bagian jalur bawah tanah sudah mencapai 97,71 persen.(www.sindonews.com)
Danis Lexaw Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar